Perkembangan Teknologi Komunikasi
Nama
: ARZIQI MAHLIL
Nim
: 4111066183
Unit
: 1
Tugas
: 2
MOHAMMAD
ZAMRONI, - (2009) PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP
KEHIDUPAN. \Jurnal Dakwah Vol.X No.2 Juli-Desember 2009.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
KOMUNIKASI DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
A. PENGERTIAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa Latin
”texere” yang berarti menyusun atau membangun. Sehingga istilah teknologi
seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal
tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Roger (1983) teknologi adalah suatu
rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian
dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan. Gary J.
Anglin (1991) mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan
alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan
masalah (Yusufhadi Miarso, 2004).
Komunikasi awalnya bersumber dari bahasa Latin communis
yang artinya sama, berkembang menjadi communicatio, artinya pemberitahuan atau
pertukaran pikiran. Istilah itu kemudian diadopsi dalam bahasa Inggris
communication, diartikan hubungan. Selanjutnya dalam bahasa Indonesia disebut
dengan istilah komunikasi.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide,
gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi
diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan
kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak
ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat
dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini
disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Menurut Laswell (1979) agar komunikasi bisa berlangsung
dengan baik harus memiliki komponen-komponen dan proses komunikasi berikut :
who? says what? in which channel? to whom? with what effect?
Ø Komunikator adalah pihak yang
mengirimkan pesan..
Ø Pesan adalah isi/maksud yang akan
disampaikan melalui suatu media/saluran, secara langsung maupun tidak langsung,
berupa informasi dalam bentuk bahasa atau smbol yang dipahami kedua pihak
Ø Saluran adalah media dimana pesan
disampaikan kepada komunikan. Dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka)
saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara. Contohnya
berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya
Ø Komunikan adalah pihak yang menerima
pesan dari pihak lain. Komunikan menerima pesan yang disampaikan dan
menerjemahkan isi pesan yang diterimanya.
Ø Umpan balik (feedback) adalah
tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Komunikan
memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan
kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si
pengirim
Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang
digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi
komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang
tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi adalah
peralatan-peralatan perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan
mana individu mengumpulkan, memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan
individu lain (Rogers, 1986). Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex,
fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange dan e-mail[1].
B. PENDAPAT
PARA AHLI TENTANG TEKNOLOGI KOMUNIKASI
• Roger (1983) teknologi adalah suatu
rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian
dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan.
• Jacques Ellul (1967) Suatu teknologi
biasanya mempunyai dua aspek yaitu aspek hardware (terdiri dari material atau
objek fisik) dan aspek software ).
• Gary J. Anglin (1991) mengartikan
teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki
ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
• Yusufhadi Miarso (2004)
.mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta
pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan masalah
(Yusufhadi Miarso, 2004).
• Rogers (1986) Teknologi komunikasi
adalah peralatan-peralatan keras, struktur organisasi,dan nilai sosial dengan
mana individu mengumpulkan, memperoses terjadinya pertukaran informasi dengan
individu lain.
• Robert I. Mathis dan Jhon H. Jackson
(2004) Perkembangan dan evolusi telekomunikasi dan teknologi yang membantu
pengiriman informasi yang cepat. Teknologi komunikasi seperti satelit telah
menghadirkan televisi dan layanan telepon nirkabel ke desa-desa terpencil di
Afrika, India, China, dan Amerika Latin. Pertumbuhan pengunaan internet di
seluruh dunia telah menjadikan orang-orang dan perusahaan-perusahan dapat
dengan mudah berkomunikasi dan memiliki akses data dalam jumlah yang sangat
besar[2].
C. MAKNA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Perkembangan yang terjadi dengan cepat di bidang
komunikasi membuat para ahli menyebutnya sebagai revolusi komunikasi. Perubahan
yang cepat ini didorong oleh adanya berbagai penemuan di bidang teknologi
sehingga apa yang dulu merupakan kendala dalam kegiatan komunikasi, sekarang
sudah terbuka lebar. Seseorang dapat berhubungan dengan seseorang atau
sekelompok orang tanpa dibatasi oleh faktor waktu, jarak, jumlah, kapasitas dan
kecepatan. Contohnya penggunaan satelit dalam komunikasi.
Di sisi lain ada beberapa ahli yang menerima revolusi
komunikasi ini dengan hati-hati. Hal ini terutama pada dampak negatifnya.
Menurut Tehranian dalam 25 tahun terakhir ada tiga kekuatan, yaitu teknologis,
sosio-ekonomi, dan politik yang telah mengubah sistem-sistem internasional ke
tingkat tertentu.
Dengan munculnya berbagai inovasi maka pengembangan
komunikasi semakin pesat terutama yang dikembangkan oleh para ahli dan kaum
industrialis. Revolusi yang terjadi dalam bidang komunikasi bukan hanya terjadi
pada teori ilmu komunikasi, tetapi juga terjadi pada teknologi komunikasi.
Tekonologi komunikasi yang dimaksud disini adalah
penggunaan teknologi sebagai media dalam komunikasi manusia. Penggunaan
teknologi sebagai komunikasi manusia ini banyak dipengaruhi oleh
perkembangan-perkembangan teknologi dari ilmu pengetahuan yang lainnya.
Perkembangan teknologi komunikasi itu dapat dipahami dari
berbagai sudut. Menurut Onong Uchyana Efendy[3] dalam sejarah ilmu pengetahuan terjadi empat
kali revolusi. Revolusi Pertama membuka era bagi penelitian mengenai gaya
grafitasi dan penclitian tentang dinamika gerakan benda-benda. Era ini dirintis
oleh Isac Newton yang dilanjutkan dengan Bernoulis, Euler, Lagrange dan
Laplace.
Revolusi
Kedua lebih memusatkan pada sifat-sifat kelistrikan dan kemagnitan benda
sebagai keseluruhan. Juga mengenai sifat-sifat radiasi. Revolusi kedua ini
dipelopori oleh Farady dan Maxwell. Revolusi Ketiga dimulai pada awal abad ini
dengan diketemukannya sifat kuantum cahaya oleh Max Plane.
Era
ini membawa revolusi secara menyeluruh dalam pemikiran manusia tentang zat, jga
tentang jagad raya. Revolusi ketiga ini dipelopori oleh Einstien dengan teori
relativitasnya. Tokoh-tokoh lainnya pada revolusi ketiga ini adalah Rutherford
yang menemukan atom, Bohr penemu kuantum, dan lain-lain. Revolusi Keempat string disebut dengan
revolusi fisika, dimulai pada tahun 1938 dengan ditemukannya suatu tipe materi
baru yang oleh Anderson disebut
partikel, karena pada jaman dahulu atom diperkirakan sebagai benda paling kecil
yang tidak mungkin dipecah lagi[4].
1. Era Kornunikasi Tulisan (The Writing
Era of Communication)
Era ini dimulai tahun 4000 SM pada saat bangsa Sumeria
menggunakan tablet dari tanah liat, bangsa Cina menemukan tulisan untuk
percetakan buku dan bangsa Korea menemukan alat dari logam yang menggantikan
huruf-huruf dari tanah Di bidang elektronika setelah munculnya telepon dan
telegraf dengan kabel maka pengembangan berikutnya adalah adanya komunikasi
tanpa kabel (wireless communicatipn) yang memungkinkan pesan yang sama diterima
secara siipiultan di berbagai lokasi yang tidak terbatas.
2. Era Percetakan (The Printing Era of
Communication)
Era ini dimulai dengan ditemukannya alat percetakan oleh
Gutenberg pada tahun 1456 ketika untuk pertama kalinya mencetak Kitab Injil. Sekalipun
mesin cetak mulai ditemukan pada tahun ini, tetapi perkembangan surat kabar
berlangsung sekitar tahun 1600. Surat kabar pertama yang berhasil di cetak di
Eropa adalah Aviso di Wolfenbuttel di Strahbourg, Jerman pada tahun 1609.
Kemudian menyusul Oxford Gazette di Inggris tahun 1620. Surat kabar lain yang
terbit di Eropa adalah surat kabar Oprechte Haarlemsche Courant di Belanda pada
tahun 1656, Einkommende Zaitung (1650) dan Frankfurtes Journal (1680) di Jerman[5].
Karena masa lalu negara-negara di Asia pada umumnya
adalah negara bekas jajahan negara-negara Eropa, maka surat kabar di Asia
(termasuk di Indonesia) juga dikenalkan oleh mereka. Menurut sejarah, surat
kabar pertama yang masuk ke Indonesia adalah Memorie des Nouvelles pada tahun
1615 yang berbentuk Newsletter. Sedangkan surat kabar pertama yang terbit di
Indonesia adalah Bataviaismc Nouvelles en Politiquc Raisoven Mensen pada tahun
1744 dalam bahasa Belanda dan disusul surat kabar bahasa melayu di Surabaya
pada tahun 1855. Sampai tahun 1990 jumlah surat kabar di Indonesia telah
mencapai 270 dengan tiras 4.5 juta perhari[6].
3. Era Telekomunikasi (Telecomunication
Era)
Salah satu tcknologi yang berkcmbang pada masa ini adalah
film. Sejarah penemuan film berlangsung cukup panjang, disebabkan film
melibatkan masalah-masalah teknik yang cukup rumit seperti masalah optic,
lensa, projector, camera dan sebagainya. Pada tahun 1645, Kinscher menggunakan
Lentera untuk memproyeksikan gambar-gambar yang dibuat untuk pelajaran agama
bagi murid-muridnya.
Teknologi lainnya adalah radio. Usaha penemuan radio
sudah dimulai sejak abad ke-17 oleh
Volta, Ampere, Huygens, Maxwell, Heindrich Hertz, Edmond Branly, Oliver Lodge
dan Papov.
4. Era Kornunikasi Interaktif (Interactive
Communication Era)
Era komunikasi intcraktif ditandai
dcngan dengan ditemukannya berbagai kemajuan teknologi seperti Komputer,
Satelit, Internet dan lain-lain. Masuknya komputer ke jaringan komunikasi telah
mewujudkan berbagai kemudahan barn dalam berkomunikasi, serta masih membuka
kemungkinan untuk sekian banyak peluang bare di bidang ini. Dengan bantuan
komputer maka bukan saja penyimpanan, pengolahan dan penelusuran informasi
berlangsung cepat dan handal, tetapi juga pertukarannya pun dapat berlangsung
di mana saja.
Komputer seringkali disebut sebagai otak tiruan
(artificial brain). Penemuan komputer ini telah dirintis oleh ahli matematika
seperti Blaise Pascal yang berhasil menemukan mesin hitung pada tahun 1642 dan
Gottfied Withelm dengan mesin hitungnya yang dapat melipatgandakan angka-angka
dalarn bentuk akar (squareroot) pada tahun 1694. Pada abad ke- 17 berhasil
ditemukan cara kerja seperti komputer yang dikembangkan di Swiss, Perancis dan
Italia. Dan pada tahun 1835 Charless Babbagae berhasil menemukan mesin analisis data. Dua dekade berikutnya
Herman Hollerith seorang insinyur yang mengajar di MIT (Massachusett Institute
of Technology) menemukan mesin tabulasi yang bisa membaca data secara
elektronik.
Hingga pada tahun 1957 Rusia berhasil meluncurkan Satelit
pertamanya yang diberi nama SPUTNIK. Peluncuran Satelit ini sebagai awal
perlombaan teknologi angkasa luar antara Rusia dan Amerika. Lima tahun setelah
peluncuran SPUTNIK ini, Amerika berhasil meluncurkan satelitnya yang pertama
dengan nama TELSTAR pada tanggal, 10 Juli 1962.
Kemudian disusul dengan satelit ERLY BIRD pada tahun
1965. Indonesia sendiri menjadi anggota Intelsat pada tanggal, 9 Juni 1967 yang
didirikan di Stasiun Bumu Jatiluhur yang diberi nama Satelit PALAPA. Dengan
menggunakan satelit ini, komunikasi yang terjadi di negara Indonesia mengalami
kemajuan yang pesat. Misalnya adanya telepon, perluasan jaringan Televisi, dan
Radio.
D. DAMPAK TEKNOLOGI PADA KEHIDUPAN KASYARAKAT
Dari catatan sejarah dapat kita lihat dan pelajari bahwa
setiap kemajuan teknologi akan membawa pengaruh yang dominan bagi perkembangan
masyarakat. Perkembangan teknologi ini selalu membawa pengaruh di bidang
ekonomi, politik dan militer. Oleh karena itu, perkembangan teknologi terutama
di bidang komunikasi perlu dipelajari dan dicari jalan ke luar yang tepat bagi
kehidupan umat manusia.
Bagi negara-negara dunia ketiga, perlu lebih cermat dalam
menanggapi perkembangan teknologi informasi. Sebab tanpa pengamatan yang cermat
maka kemajuan teknologi informasi ini dapat berakibat timbulnya jurang
perbedaan yang semakin melebar dan berlanjut pada timbulnya perpecahan.
Perkembangan yang pesat dari teknologi ini mendorong masyarakat mcmasuki era
pasca-industri. Kondisi ini merupakan lanjutan dari masa pra-industri dan
masyarakat industri.
Revolusi komunikasi dan informasi yang melanda dunia
membawa implikasi positif dan negatif. Implikasi ini pada gilirannya akan
berakibat atau berdampak pada bidang
sosial, ekonomi, dan politik. Dalam bidang politik, perkembangan teknologi
komunikasi mempercepat proses integrasi nasional. Implikasi yang perlu disadari
adalah adanya pengaruh komunikasi dan informasi dunia yang melanda generasi muda.
Dalam bidang ekonomi, perkembangan teknologi komunikasi telah mendorong
pertumbuhan ekonomi yang pesat di samping dampak yang positif dan ncgatif.
Dalam bidang sosial, perkembangan teknologi komunikasi tclah mendorong lahirnya
kembali nasionalisme kebudayaan.
Perkembangan teknologi komunikasi seperti Internet telah
mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online
dalam pendidikan pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi
pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media.
Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan
dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran,
perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi,
pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet
secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan
bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan
interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau
tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom,
interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang
tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup,
dan buletin board.
E. KESIMPULAN
Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan (ide,
gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi
diantara keduanya melalui kata-kata (lisan), gerak anggota tubuh, atau melalui
media tertentu. Komunikasi yang baik memiliki komponen komunikasi yaitu:
Pengirim atau komunikator (sender), Pesan (message, Saluran (channel), Penerima
atau komunikate (receiver), dan Umpan balik (feedback).
Komunikasi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien
dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi telah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia zaman sekarang.
Bahkan dapat dikatakan, seluruh aspek kehidupan telah bersentuhan dengan
teknologi komunikasi, komunikasi diharapkan dapat membawa dampak yang positif
dalam kehidupan manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Cohen,
1. Bernard. (1985). Revolution In Science, England: Harvard University Press.
Hafied
Changara, (1998). Lintasan Sejarah Ilmu Komunikasi, Surabaya: Usaha Nasional.
Onong
Uchyana Efendy, (1993). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung: PT.Citra
Aditya Bhakti.
Thomas
S.Khun, (1989). Peran Paradigma dalam Revolusi Sains, Bandung: PT.Remaja
Rosdakarya.
Thompson,
B.John. (1990). Kritik Ideologi Global Teori Sosial Kritis tentang Relasi
Ideologi dan Komunikasi Massa, diterjemahkan oleh Haqqul Yaqin, Yogyakarta:
Ircisod, 2004
Zen.
M.T,(1981), editor, Sains, Teknologi dan Han Depan Manusia, Jakarta: Penerbit
PT.Gramedia.
[4] M. T. Zen, ed., Sains, Teknologi dan Hari Depan
Manusia,(Jakarta: Penerbit PT.Gramedia, 1981),
hal. 17-19.
[5] Perkembangan industri
surat kabar di United State selama abad sembilan belas diuraikan oleh Harold A.
Innis, "Technology and Public Opinion in the United State," dalam The
Bias of Communication, him. 156-89.
[6] Hafted Changara,
Lintasan Sejarah /lmu Komunikasi, (Surabaya: Usaha Nasional, 1998), him. 35.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar