Rabu, 30 April 2014

TUGAS 2: PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Perkembangan Teknologi Komunikasi
                                                                                               Nama   : ARZIQI MAHLIL
                                                                                               Nim     : 4111066183
                                                                                               Unit      : 1
                                                                                               Tugas   : 2

MOHAMMAD ZAMRONI, - (2009) PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN. \Jurnal Dakwah Vol.X No.2 Juli-Desember 2009.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN

A. PENGERTIAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa Latin ”texere” yang berarti menyusun atau membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.  Menurut Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan. Gary J. Anglin (1991) mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan masalah (Yusufhadi Miarso, 2004).
Komunikasi awalnya bersumber dari bahasa Latin communis yang artinya sama, berkembang menjadi communicatio, artinya pemberitahuan atau pertukaran pikiran. Istilah itu kemudian diadopsi dalam bahasa Inggris communication, diartikan hubungan. Selanjutnya dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah komunikasi.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Menurut Laswell (1979) agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik harus memiliki komponen-komponen dan proses komunikasi berikut : who? says what? in which channel? to whom? with what effect?
Ø  Komunikator adalah pihak yang mengirimkan pesan..
Ø  Pesan adalah isi/maksud yang akan disampaikan melalui suatu media/saluran, secara langsung maupun tidak langsung, berupa informasi dalam bentuk bahasa atau smbol yang dipahami kedua pihak
Ø  Saluran adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. Dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya
Ø  Komunikan adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain. Komunikan menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya.
Ø  Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Komunikan memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim
Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers, 1986). Teknologi komunikasi dapat berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data interchange dan e-mail[1].

B. PENDAPAT PARA AHLI TENTANG TEKNOLOGI KOMUNIKASI
• Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan.
• Jacques Ellul (1967) Suatu teknologi biasanya mempunyai dua aspek yaitu aspek hardware (terdiri dari material atau objek fisik) dan aspek software ).
• Gary J. Anglin (1991) mengartikan teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
• Yusufhadi Miarso (2004) .mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan masalah (Yusufhadi Miarso, 2004).
• Rogers (1986) Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan keras, struktur organisasi,dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memperoses terjadinya pertukaran informasi dengan individu lain.
• Robert I. Mathis dan Jhon H. Jackson (2004) Perkembangan dan evolusi telekomunikasi dan teknologi yang membantu pengiriman informasi yang cepat. Teknologi komunikasi seperti satelit telah menghadirkan televisi dan layanan telepon nirkabel ke desa-desa terpencil di Afrika, India, China, dan Amerika Latin. Pertumbuhan pengunaan internet di seluruh dunia telah menjadikan orang-orang dan perusahaan-perusahan dapat dengan mudah berkomunikasi dan memiliki akses data dalam jumlah yang sangat besar[2].

C. MAKNA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Perkembangan yang terjadi dengan cepat di bidang komunikasi membuat para ahli menyebutnya sebagai revolusi komunikasi. Perubahan yang cepat ini didorong oleh adanya berbagai penemuan di bidang teknologi sehingga apa yang dulu merupakan kendala dalam kegiatan komunikasi, sekarang sudah terbuka lebar. Seseorang dapat berhubungan dengan seseorang atau sekelompok orang tanpa dibatasi oleh faktor waktu, jarak, jumlah, kapasitas dan kecepatan. Contohnya penggunaan satelit dalam komunikasi.
Di sisi lain ada beberapa ahli yang menerima revolusi komunikasi ini dengan hati-hati. Hal ini terutama pada dampak negatifnya. Menurut Tehranian dalam 25 tahun terakhir ada tiga kekuatan, yaitu teknologis, sosio-ekonomi, dan politik yang telah mengubah sistem-sistem internasional ke tingkat tertentu.
Dengan munculnya berbagai inovasi maka pengembangan komunikasi semakin pesat terutama yang dikembangkan oleh para ahli dan kaum industrialis. Revolusi yang terjadi dalam bidang komunikasi bukan hanya terjadi pada teori ilmu komunikasi, tetapi juga terjadi pada teknologi komunikasi.
Tekonologi komunikasi yang dimaksud disini adalah penggunaan teknologi sebagai media dalam komunikasi manusia. Penggunaan teknologi sebagai komunikasi manusia ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan-perkembangan teknologi dari ilmu pengetahuan yang lainnya.
Perkembangan teknologi komunikasi itu dapat dipahami dari berbagai sudut. Menurut Onong Uchyana Efendy[3]  dalam sejarah ilmu pengetahuan terjadi empat kali revolusi. Revolusi Pertama membuka era bagi penelitian mengenai gaya grafitasi dan penclitian tentang dinamika gerakan benda-benda. Era ini dirintis oleh Isac Newton yang dilanjutkan dengan Bernoulis, Euler, Lagrange dan Laplace.
Revolusi Kedua lebih memusatkan pada sifat-sifat kelistrikan dan kemagnitan benda sebagai keseluruhan. Juga mengenai sifat-sifat radiasi. Revolusi kedua ini dipelopori oleh Farady dan Maxwell. Revolusi Ketiga dimulai pada awal abad ini dengan diketemukannya sifat kuantum cahaya oleh Max Plane.
Era ini membawa revolusi secara menyeluruh dalam pemikiran manusia tentang zat, jga tentang jagad raya. Revolusi ketiga ini dipelopori oleh Einstien dengan teori relativitasnya. Tokoh-tokoh lainnya pada revolusi ketiga ini adalah Rutherford yang menemukan atom, Bohr penemu kuantum, dan lain-lain.  Revolusi Keempat string disebut dengan revolusi fisika, dimulai pada tahun 1938 dengan ditemukannya suatu tipe materi baru yang oleh  Anderson disebut partikel, karena pada jaman dahulu atom diperkirakan sebagai benda paling kecil yang tidak mungkin dipecah lagi[4].

1.         Era Kornunikasi Tulisan (The Writing Era of Communication)
Era ini dimulai tahun 4000 SM pada saat bangsa Sumeria menggunakan tablet dari tanah liat, bangsa Cina menemukan tulisan untuk percetakan buku dan bangsa Korea menemukan alat dari logam yang menggantikan huruf-huruf dari tanah Di bidang elektronika setelah munculnya telepon dan telegraf dengan kabel maka pengembangan berikutnya adalah adanya komunikasi tanpa kabel (wireless communicatipn) yang memungkinkan pesan yang sama diterima secara siipiultan di berbagai lokasi yang tidak terbatas.
2.         Era Percetakan (The Printing Era of Communication)
Era ini dimulai dengan ditemukannya alat percetakan oleh Gutenberg pada tahun 1456 ketika untuk pertama kalinya mencetak Kitab Injil. Sekalipun mesin cetak mulai ditemukan pada tahun ini, tetapi perkembangan surat kabar berlangsung sekitar tahun 1600. Surat kabar pertama yang berhasil di cetak di Eropa adalah Aviso di Wolfenbuttel di Strahbourg, Jerman pada tahun 1609. Kemudian menyusul Oxford Gazette di Inggris tahun 1620. Surat kabar lain yang terbit di Eropa adalah surat kabar Oprechte Haarlemsche Courant di Belanda pada tahun 1656, Einkommende Zaitung (1650) dan Frankfurtes Journal (1680) di Jerman[5].
Karena masa lalu negara-negara di Asia pada umumnya adalah negara bekas jajahan negara-negara Eropa, maka surat kabar di Asia (termasuk di Indonesia) juga dikenalkan oleh mereka. Menurut sejarah, surat kabar pertama yang masuk ke Indonesia adalah Memorie des Nouvelles pada tahun 1615 yang berbentuk Newsletter. Sedangkan surat kabar pertama yang terbit di Indonesia adalah Bataviaismc Nouvelles en Politiquc Raisoven Mensen pada tahun 1744 dalam bahasa Belanda dan disusul surat kabar bahasa melayu di Surabaya pada tahun 1855. Sampai tahun 1990 jumlah surat kabar di Indonesia telah mencapai 270 dengan tiras 4.5 juta perhari[6].
3.         Era Telekomunikasi (Telecomunication Era)
Salah satu tcknologi yang berkcmbang pada masa ini adalah film. Sejarah penemuan film berlangsung cukup panjang, disebabkan film melibatkan masalah-masalah teknik yang cukup rumit seperti masalah optic, lensa, projector, camera dan sebagainya. Pada tahun 1645, Kinscher menggunakan Lentera untuk memproyeksikan gambar-gambar yang dibuat untuk pelajaran agama bagi murid-muridnya.
Teknologi lainnya adalah radio. Usaha penemuan radio sudah  dimulai sejak abad ke-17 oleh Volta, Ampere, Huygens, Maxwell, Heindrich Hertz, Edmond Branly, Oliver Lodge dan Papov.
4.         Era Kornunikasi Interaktif (Interactive Communication Era)
            Era komunikasi intcraktif ditandai dcngan dengan ditemukannya berbagai kemajuan teknologi seperti Komputer, Satelit, Internet dan lain-lain. Masuknya komputer ke jaringan komunikasi telah mewujudkan berbagai kemudahan barn dalam berkomunikasi, serta masih membuka kemungkinan untuk sekian banyak peluang bare di bidang ini. Dengan bantuan komputer maka bukan saja penyimpanan, pengolahan dan penelusuran informasi berlangsung cepat dan handal, tetapi juga pertukarannya pun dapat berlangsung di mana saja.
Komputer seringkali disebut sebagai otak tiruan (artificial brain). Penemuan komputer ini telah dirintis oleh ahli matematika seperti Blaise Pascal yang berhasil menemukan mesin hitung pada tahun 1642 dan Gottfied Withelm dengan mesin hitungnya yang dapat melipatgandakan angka-angka dalarn bentuk akar (squareroot) pada tahun 1694. Pada abad ke- 17 berhasil ditemukan cara kerja seperti komputer yang dikembangkan di Swiss, Perancis dan Italia. Dan pada tahun 1835 Charless Babbagae berhasil menemukan  mesin analisis data. Dua dekade berikutnya Herman Hollerith seorang insinyur yang mengajar di MIT (Massachusett Institute of Technology) menemukan mesin tabulasi yang bisa membaca data secara elektronik.
Hingga pada tahun 1957 Rusia berhasil meluncurkan Satelit pertamanya yang diberi nama SPUTNIK. Peluncuran Satelit ini sebagai awal perlombaan teknologi angkasa luar antara Rusia dan Amerika. Lima tahun setelah peluncuran SPUTNIK ini, Amerika berhasil meluncurkan satelitnya yang pertama dengan nama TELSTAR pada tanggal, 10 Juli 1962.
Kemudian disusul dengan satelit ERLY BIRD pada tahun 1965. Indonesia sendiri menjadi anggota Intelsat pada tanggal, 9 Juni 1967 yang didirikan di Stasiun Bumu Jatiluhur yang diberi nama Satelit PALAPA. Dengan menggunakan satelit ini, komunikasi yang terjadi di negara Indonesia mengalami kemajuan yang pesat. Misalnya adanya telepon, perluasan jaringan Televisi, dan Radio.

D. DAMPAK TEKNOLOGI PADA KEHIDUPAN KASYARAKAT
Dari catatan sejarah dapat kita lihat dan pelajari bahwa setiap kemajuan teknologi akan membawa pengaruh yang dominan bagi perkembangan masyarakat. Perkembangan teknologi ini selalu membawa pengaruh di bidang ekonomi, politik dan militer. Oleh karena itu, perkembangan teknologi terutama di bidang komunikasi perlu dipelajari dan dicari jalan ke luar yang tepat bagi kehidupan umat manusia.
Bagi negara-negara dunia ketiga, perlu lebih cermat dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi. Sebab tanpa pengamatan yang cermat maka kemajuan teknologi informasi ini dapat berakibat timbulnya jurang perbedaan yang semakin melebar dan berlanjut pada timbulnya perpecahan. Perkembangan yang pesat dari teknologi ini mendorong masyarakat mcmasuki era pasca-industri. Kondisi ini merupakan lanjutan dari masa pra-industri dan masyarakat industri.
Revolusi komunikasi dan informasi yang melanda dunia membawa implikasi positif dan negatif. Implikasi ini pada gilirannya akan berakibat  atau berdampak pada bidang sosial, ekonomi, dan politik. Dalam bidang politik, perkembangan teknologi komunikasi mempercepat proses integrasi nasional. Implikasi yang perlu disadari adalah adanya pengaruh komunikasi dan informasi dunia yang melanda generasi muda. Dalam bidang ekonomi, perkembangan teknologi komunikasi telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat di samping dampak yang positif dan ncgatif. Dalam bidang sosial, perkembangan teknologi komunikasi tclah mendorong lahirnya kembali nasionalisme kebudayaan.
Perkembangan teknologi komunikasi seperti Internet telah mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media.
Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board.

E. KESIMPULAN
Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya melalui kata-kata (lisan), gerak anggota tubuh, atau melalui media tertentu. Komunikasi yang baik memiliki komponen komunikasi yaitu: Pengirim atau komunikator (sender), Pesan (message, Saluran (channel), Penerima atau komunikate (receiver), dan Umpan balik (feedback).
Komunikasi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan, seluruh aspek kehidupan telah bersentuhan dengan teknologi komunikasi, komunikasi diharapkan dapat membawa dampak yang positif dalam kehidupan manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Cohen, 1. Bernard. (1985). Revolution In Science, England: Harvard University Press.
Hafied Changara, (1998). Lintasan Sejarah Ilmu Komunikasi, Surabaya: Usaha Nasional.
Onong Uchyana Efendy, (1993). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung: PT.Citra Aditya Bhakti.
Thomas S.Khun, (1989). Peran Paradigma dalam Revolusi Sains, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Thompson, B.John. (1990). Kritik Ideologi Global Teori Sosial Kritis tentang Relasi Ideologi dan Komunikasi Massa, diterjemahkan oleh Haqqul Yaqin, Yogyakarta: Ircisod, 2004
Zen. M.T,(1981), editor, Sains, Teknologi dan Han Depan Manusia, Jakarta: Penerbit PT.Gramedia.



[1] Mohammad Zamroni, PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
[2] Mohammad Zamroni, PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
[3] Bernard Cohen, Revolution In Science, (England: Harvard University Press,1985) hal. 398
[4] M. T. Zen, ed., Sains, Teknologi dan Hari Depan Manusia,(Jakarta: Penerbit PT.Gramedia,  1981), hal. 17-19.
[5] Perkembangan industri surat kabar di United State selama abad sembilan belas diuraikan oleh Harold A. Innis, "Technology and Public Opinion in the United State," dalam The Bias of Communication, him. 156-89.
[6] Hafted Changara, Lintasan Sejarah /lmu Komunikasi, (Surabaya: Usaha Nasional,    1998), him. 35.

TUGAS 1: TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Nama : Arziqi Mahlil
Nim    : 411106183
Unit    : 1 (satu)

1.      Pengetian teknologi komunikasi
a.       Karakteristik
b.      Unsur-unsurnya

2.      Pengertian teknologi informasi
a.       Karakteristik
b.      Unsur-unsurnya

3.      Pengertian media komunikasi

4.      Alat komunikasi

Kata teknologi berasal dari bahasa latin yang berakar dari kata textere, yang artinya menyusun atau membangun. Teknologi adalah “a design for instrumental action that reduces the uncertaintyin cause-effect relationships involve in achieving a desired outcome”  (Roger, 1983). Teknologi merupakan sebuah seperangkat untuk membantu aktivitas kita dan dapat mengurangi ketidakpastian yang disebabkan oleh hubungan sebab akibat yang melingkupi dalam mencapai suatu tujuan.
Sedangkan komunikasi adalah “the process of sending and receiving message between two person or among a small group of person, with some effect and some immediate feed back in present”  atau proses penyampaian dan penerimaan pesan di antara dua orang atau lebih dalam jarak fisik dengan kelima indera dapat digunakan dan feed back langsung ada di dalamnya[1].
Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras(hardware) maupun perangkat lunak (software) yang di pergunakan untuk mendukung proses komunikasi. Pada saat ini, perangkat teknologi komunikasi sudah menjadi kebutuhan penting guna mendukung pencapaian tujuan komunikasi secara optimal. Dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lain[2]. Teknologi komunikasi adalah teknologi elektronika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kwalitas komunikasi (informasi) serta arus percepatan komunikasi (informasi) tidak mungkin lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.
Dalam buku communication technology (1986) sebagai berikut ”teknologi biasanya terdiri dari 2 aspek:
(a)perangkat keras maksudnya objek materi dan sifatnya dan(b)perangkat lunak maksudnya dasar informasi untuk meggerakkan perangkat keras itu”
Ø  Teknologi Komunikasi adalah alat
Ø  Teknologi Komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik
Ø  Teknologi Komunikasi membawa nilai-nilai dari struktur yang melahirkannya
Ø  Teknologi Komunikasi berfungsi meningkatkan kemampuan indra manusia.

Ø  Informasi dapat berupa tulisan, suara,musik,gambar dan data yang memiliki spektrum frekuensi dan bentuk-bentuk yang berbeda.
Ø  Alat yang digunakan untuk meneruskan informasi,dengan media tranmisi dan sistem modulasi.
Ø  Dengan cara yang sesuai, bentuk akhir(informasi yang di terima) harus seserupa mungkin dengan bentuk awal (informasi yang dikirimkan dan dalam batas-batas distorisi yang dapat di tolerir.
Ø  Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat melalui jarak yang semakin jauh dengan biaya yang seekonomis mungkin.

Dalam pengertian yang sederhana, teknologi informasi dapat diartikan sebagai: “Teknologi informatika yang mampu mendukung percepatan dan meningkatkan kualitas informasi, serta percepatan arus informasi ini tidak mungkin lagi dibatasi oleh ruang dan waktu”. Dari pendapat ini terdapat item yang sangat mendasar yaitu: “percepatan dan peningkatan kualitas informasi yang tidak terbatasi oleh ruang dan waktu” kalimat kunci tersebut lebih mengarah kepada kedudukan teknologi informasi secara fungsional, yakni mempercepat akses informasi dan meningkatkan kualitas informasi.
Everett M. Rogers (1986) dalam Communication Technology menyatakan bahwa teknologi biasanya memiliki dua aspek, yaitu perangkat keras (objek materi dan sifatnya), dan aspek perangkat lunak (dasar informasi untuk menggerakkan perangkat keras itu). Sedangkan batasan mengenai teknologi informasi itu, Rogers menyatakan:
“Teknologi informasi adalah perangkat keras bersifat organisatoris, dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau khalayak mengumpulkan, memproses, dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain (Rogers, 1986)[3].
Ø  Information must be pertinent  (Informasi harus Relevan Dan Berhubungan)
Pernyataan informasi harus relevan dan berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut).
Ø  Information must be accurate (Informasi Harus Akurat)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.
Ø  Information must be timely (Informasi Harus Tepat Waktu)
Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
Ø  Relevan
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda.

Semua sistem informasi memiliki 3 unsur atau kegiatan utama,yaitu:
Ø  Menerima data sebagai masukan (input)
Ø  Memproses data dengan melakukan perhitungsan, penggabungan unsur data pemutakiran dan lain-lain
Ø  Memperoleh informasi sebagai keluaran (ouput)

Media berasal dari kata medium(media,jamak,mediun:tunggal), artinya secara harfiah ialah perantara,penyampaian,atau penyalur. Percakapan langsung antara dua orang di suatu ruangan atau di tempat tertentu lainnya, tanpa perantara apa-apa, disebut kegiatan komunikasi tanpa media. Pada zaman lampau bahkan pada zaman sekarang,di kampung-kampung dipelosok tanah air tercinta ini pun ” media” banyak di gunakan orang, terutama untuk menyampaikan pesan-pesan yang sudah di sepakati artinya oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Media komunikasi ialah semua sarana yang di pergunakan untuk memproduksi, mereproduuksi,mendistribusi/menyebarkan,dan menyampaikan informasi, media komunikasi sangat diperluhkan dalam interaksi manusia di masyarakat.
Oleh karena itu media komukasi dapat menpermudah penyampaian pesan, mengatasi hambatan-hambatan komunikasi baik dari segi ruang maupun waktu. Dengan menggunakan media komunikasi, seseorang dapat dengan mudah melakukan hubungan dengan siapapun, baik pada jarak dekat ataupun jarak jauh. Apalagi kalau media berbasis komputer, maka akan lebih canggih dalam memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk kelancaran proses penerimaan dan pengiriman informasi. Media juga mengubah bentuk kontrol sosial, Media adalah semua saluran pesan sebagai sarana komunikasi dari seseorang kepada orang lain yang tidak ada dihadapannya. Media dapat digunakan dengan cara dua arah yaitu alat bantu mengajar atau yang sering di sebut dependent media, contoh gambar,foto.
Paul lazarsfeld dan robert K. Merton juga melihat media dapat menghaluskan paksaan sehingga tampak sebagai bujukan. Mereka mengatakan  “kelompok-kelompok kuat kiat mengandalkan teknik manipulasi melalui media untuk mencapai apa yang di inginkannya, termasuk agar mereka bisa mengontrol secara halus”. Bahkan penguasa di masyarakat totaliter seperti di Uni soviet dan RRC, juga telah menempuh cara ini guna menggantikan cara-cara lama seperti teror dalam mengendalikan masyarakat[4].

Alat komunikasi adalah alat yang langsung digunakan oleh manusia untuk menjalin atau berinteraksi dengan orang lain. Beberapa contoh alat komunikasi adalah sebagai berikut:
•           Telegraf
Telegraf merupakan alat komunikasi yang memanfaatkan kode berupa sinyal listrik atau elektromagnetik untuk mengirimkan informasi jarak jauh. Kode-kode tersebut kemudian di terjemahkan menjadi bentuk tulisan alphabet yang dapat dimengerti oleh penerimanya.
•           Telepon
Pengiriman berita dengan telegraf dirasa kurang memuaskan karena hanya sedikit berita yang dapat disampaikan . oleh karena itu, dipikirkanlah cara untuk mengirimkan berita berupa suara (phono). Sehingga terciptalah telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi secara langsung dengan lawan bicara.
•           Faksimile
Facsimile atau yang biasa disebut mesin faks sebenarnya merupakan pengembangan fungsi dari telepon. Alat ini dapat mengirimkan tulisan atau gambar.
•           Handphone
Selain dapat digunakan untuk berkomunikasi secara langsung, handphone juga dapat digunakan mengirimkan pesan singkat atau SMS, dan pesan berupa gambar dan suara MMS.
•           Radio komunikasi
Radio komunikasi merupakan alat komunikasi yang menggunakan gelombang radio. Perbedaan antara handphone dengan radio komunikasi, handphone dapat berkomunikasi tampa harus menunggu lawan bicara selesai berbicara tetapi radio komunikasi harus menunggu lawan bicara selesai berbicara.
•           Radio
Radio merupakan perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita atau informasi, radi termasuk komunikasi satu arah hanya berfungsi sebagai media penyaji informasi.
•           Televisi
Televise merupakan alat yang dapat digunakan untuk melihat sekaligus mendengarkan berbagai macam acara yang dipancarkan oleh stasiun televisi, seperti berita, film dan lain-lain[5].


[1] http://arumlovers.blogspot.com/2010/10/pengertian-teknologi-komunikasi-materi.html
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_komunikasi#cite_note-test-1
[3] J.B. Wahyudi. (1992). Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak. Jakarta.
[4] Dahlan, M. A. (1993). Jurnal Ikatan Sarjana Komunikasi vol 5 dan 6. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[5] Y.Maryono, B.Patmi Ispiana,Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Jakarta, Yudhistira,2008)hal.9-12